Menyingkap Kepingan Karst Kapanewon Ponjong
Kali Oya Aliran Sungai Oya yang airnya nampak putih keruh akhir Desember siang itu menjamu saya yang sudah lima tahun tidak lagi menyentuh atmosfer Pegunungan Sewu dengan salah satu lembahnya yang menjadi lintasan bagi sungai ini. Sekilas, palung sungai terlihat berbentuk U lebar namun berdinding dalam dengan dasar bebatuan yang beberapa secara kasat mata terlihat berlapis akibat endapan sedimen ribuan hingga ratus ribu tahun yang lalu. “Ah tempat ini masih jauh dari pantai,” pikir saya. Aliran sungai itu terlihat damai meskipun beberapa hari terakhir hujan deras membuat saya dan teman-teman menjadi was-was, cukup beresiko untuk masuk ke gua nantinya. Pandangan ini saya lemparkan jauh-jauh ke arah kiri sepanjang jalan menuju Kapanewon Ponjong, maklum tempat duduk saya dalam minibus ini berada mepet paling kiri. Penglihatan saya menangkap sisa bayangan lanskap Pegunungan Baturagung di sisi utara Gunungkidul dengan sawah yang membentang sejauh mata meman...




